esbicare
  • Artikel
  • Penyebab Stretch Mark di Paha yang Sering Tidak Disadari
4015753_183.jpg

Penyebab Stretch Mark di Paha yang Sering Tidak Disadari

Garis-garis berwarna merah, ungu, cokelat, atau putih yang muncul di paha bisa membuat seseorang merasa kurang percaya diri. Kondisi ini dikenal sebagai stretch mark atau dalam istilah medis disebut striae distensae.

Stretch mark sebenarnya cukup umum dan dapat muncul pada banyak bagian tubuh, termasuk paha, pinggul, bokong, perut, payudara, lengan atas, hingga punggung bagian bawah. Kondisi ini terjadi ketika kulit mengalami peregangan atau perubahan ukuran yang cukup cepat sehingga serat kolagen dan elastin di dalam kulit mengalami kerusakan.

Lantas, apa penyebab stretch mark di paha? Apakah selalu disebabkan oleh kenaikan berat badan?

Ternyata tidak. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan munculnya stretch mark, dan seseorang bahkan bisa mengalaminya meskipun berat badannya tidak berubah secara drastis.

Apa Itu Stretch Mark?

Stretch mark merupakan salah satu bentuk jaringan parut pada kulit. Ketika kulit meregang atau menyusut dengan cepat, struktur pendukung kulit seperti kolagen dan elastin dapat mengalami kerusakan. Saat kulit memperbaiki diri, terbentuklah garis-garis yang kemudian kita kenal sebagai stretch mark.

Stretch mark yang masih baru biasanya memiliki warna lebih mencolok, seperti merah, merah muda, ungu, cokelat kemerahan, atau cokelat tua, tergantung warna kulit. Seiring waktu, warnanya biasanya memudar menjadi lebih terang atau keputihan.

Pada sebagian orang, stretch mark terasa sedikit gatal ketika baru muncul. Setelah matang, permukaannya dapat terlihat lebih tipis dan sedikit cekung dibandingkan kulit di sekitarnya.

Kenapa Stretch Mark Sering Muncul di Paha?

Paha merupakan salah satu area tubuh yang dapat mengalami perubahan ukuran dengan cukup cepat. Pertumbuhan tubuh, perubahan berat badan, peningkatan massa otot, dan faktor hormonal dapat membuat kulit di area tersebut mengalami peregangan.

Namun, munculnya stretch mark tidak berarti kulit sedang “rusak” akibat kebersihan yang buruk. Stretch mark bukan penyakit menular dan bukan tanda bahwa seseorang tidak merawat tubuhnya.

Penyebab Stretch Mark di Paha

1. Pertumbuhan Tubuh yang Cepat

Salah satu penyebab stretch mark yang cukup umum adalah pertumbuhan tubuh secara cepat, terutama pada masa remaja.

Ketika tulang dan jaringan tubuh berkembang dengan cepat, ukuran paha dapat ikut berubah sehingga kulit harus menyesuaikan dalam waktu relatif singkat. Kondisi tersebut dapat memicu munculnya stretch mark.

Itulah sebabnya stretch mark dapat muncul pada remaja meskipun mereka tidak mengalami obesitas atau perubahan berat badan yang drastis.

2. Berat Badan Naik dengan Cepat

Kenaikan berat badan dalam waktu relatif singkat dapat membuat kulit mengalami peregangan.

Paha termasuk area yang dapat mengalami peningkatan ukuran ketika berat badan bertambah. Jika perubahan terjadi cukup cepat, serat penunjang kulit dapat mengalami tekanan lebih besar sehingga stretch mark lebih mudah terbentuk.

Namun, tidak semua orang yang mengalami kenaikan berat badan akan memiliki stretch mark. Faktor genetik dan kondisi kulit juga berperan.

3. Berat Badan Turun dengan Cepat

Banyak orang mengira stretch mark hanya muncul karena berat badan naik.

Padahal, penurunan berat badan yang cepat juga dapat berkaitan dengan munculnya stretch mark. Perubahan ukuran tubuh yang cepat dapat membuat struktur kulit mengalami perubahan sehingga garis-garis stretch mark dapat terlihat.

Karena itu, seseorang yang baru menjalani program penurunan berat badan mungkin baru menyadari adanya stretch mark di paha atau bagian tubuh lainnya.

4. Pertumbuhan Massa Otot

Stretch mark tidak hanya terjadi akibat lemak tubuh.

Orang yang melakukan bodybuilding atau latihan beban dan mengalami peningkatan massa otot dengan cepat juga dapat mengembangkan stretch mark.

Misalnya, ketika otot paha berkembang dengan cepat akibat latihan intensif, kulit di atasnya harus menyesuaikan dengan perubahan volume tersebut.

Karena itu, stretch mark juga bisa ditemukan pada orang yang rutin berolahraga.

5. Faktor Genetik

Ada orang yang lebih mudah mengalami stretch mark dibandingkan orang lain.

Riwayat keluarga menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan munculnya stretch mark. Jika orang tua atau anggota keluarga dekat memiliki banyak stretch mark, seseorang mungkin memiliki kecenderungan yang sama.

Faktor genetik tentu tidak dapat diubah. Namun, mengetahui adanya kecenderungan tersebut dapat membantu seseorang lebih realistis dalam merawat kulit.

6. Perubahan Hormon

Hormon juga diduga berperan dalam terbentuknya stretch mark.

Perubahan kadar hormon tertentu dapat memengaruhi elastisitas kulit. American Academy of Dermatology menyebut perubahan hormonal sebagai salah satu faktor yang kemungkinan berperan dalam pembentukan stretch mark.

Inilah salah satu alasan mengapa stretch mark cukup sering muncul pada masa pubertas dan kehamilan.

7. Kehamilan

Walaupun stretch mark lebih dikenal muncul di perut ketika hamil, paha, pinggul, bokong, dan bagian tubuh lainnya juga dapat mengalami stretch mark.

Perubahan ukuran tubuh yang cepat selama kehamilan serta perubahan hormonal dapat berperan dalam terbentuknya stretch mark.

Stretch mark yang muncul selama kehamilan umumnya dapat memudar setelah melahirkan, meskipun tidak selalu hilang sepenuhnya.

8. Penggunaan Kortikosteroid

Penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka panjang, termasuk beberapa jenis steroid yang digunakan pada kulit, dapat meningkatkan risiko munculnya stretch mark.

Kortikosteroid digunakan untuk berbagai kondisi medis sehingga tidak boleh dihentikan secara sepihak hanya karena khawatir terhadap stretch mark.

Bila muncul stretch mark yang cukup banyak setelah penggunaan obat steroid, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah terdapat hubungan dan apakah terapi perlu dievaluasi.

9. Kondisi Medis Tertentu

Dalam kasus yang lebih jarang, stretch mark yang muncul sangat luas atau tiba-tiba dapat berkaitan dengan kondisi medis tertentu.

Mayo Clinic menyebut Cushing syndrome sebagai salah satu kondisi yang dapat menyebabkan stretch mark, terutama bila muncul secara luas.

Ada pula kondisi genetik tertentu seperti Marfan syndrome yang dapat berkaitan dengan stretch mark.

Hal ini tidak berarti setiap stretch mark merupakan tanda penyakit. Sebagian besar stretch mark terjadi karena perubahan normal pada kulit dan tubuh.

Apakah Stretch Mark di Paha Berbahaya?

Pada umumnya, stretch mark tidak berbahaya bagi kesehatan fisik.

Masalah yang paling sering ditimbulkan adalah perubahan penampilan kulit dan rasa kurang percaya diri. Stretch mark juga biasanya tidak menyebabkan rasa sakit. Pada tahap awal, sebagian orang dapat mengalami rasa gatal ringan.

Seiring waktu, warna stretch mark biasanya memudar sehingga menjadi lebih samar dibandingkan saat pertama kali muncul.

Kenapa Stretch Mark Awalnya Merah atau Ungu?

Stretch mark yang baru terbentuk biasanya terlihat lebih mencolok karena masih berada pada tahap awal.

Warna dapat berupa merah, merah muda, ungu, cokelat kemerahan, atau warna gelap lainnya tergantung jenis dan warna kulit seseorang. Setelah beberapa waktu, stretch mark biasanya menjadi lebih terang dan dapat terlihat putih atau keperakan.

Karena itu, jika stretch mark di paha masih berwarna merah atau ungu, kemungkinan kondisinya masih relatif baru.

Apakah Stretch Mark di Paha Bisa Hilang?

Stretch mark dapat memudar dengan sendirinya, tetapi tidak selalu menghilang sepenuhnya.

American Academy of Dermatology menjelaskan bahwa stretch mark termasuk jenis jaringan parut dan bersifat permanen, meskipun tampilannya dapat menjadi semakin samar seiring waktu. Perawatan tertentu juga dapat membuatnya terlihat lebih tidak mencolok.

Hasil perawatan juga tidak sama pada semua orang.

Karena itu, sebaiknya berhati-hati terhadap produk yang menjanjikan stretch mark hilang 100 persen dalam waktu singkat.

Apakah Minyak atau Krim Bisa Menghilangkan Stretch Mark?

Banyak produk dipasarkan untuk menghilangkan stretch mark, termasuk krim, lotion, dan minyak.

Namun, hasil penelitian mengenai produk tersebut cukup beragam. American Academy of Dermatology menyebut banyak produk stretch mark tidak menunjukkan manfaat yang konsisten. Bahkan, beberapa bahan rumahan populer seperti cocoa butter, minyak almond, olive oil, dan vitamin E tidak terbukti efektif dalam penelitian untuk menghilangkan stretch mark.

Mayo Clinic juga menyebut berbagai produk seperti cocoa butter, vitamin E, dan glycolic acid kemungkinan tidak memberikan banyak manfaat untuk menghilangkan stretch mark.

Namun, penggunaan pelembap dapat membantu menjaga kulit tetap nyaman dan mengurangi rasa kering atau gatal.

Apakah Stretch Mark Bisa Dicegah?

Tidak ada metode yang dapat menjamin seseorang tidak akan pernah mengalami stretch mark.

Hal ini karena faktor seperti genetik dan perubahan hormonal tidak sepenuhnya dapat dikendalikan. American Academy of Dermatology juga menekankan bahwa tidak ada produk yang terbukti dapat mencegah stretch mark pada semua orang.

Meski demikian, menjaga perubahan berat badan agar tidak terlalu cepat, memenuhi kebutuhan nutrisi, dan menjaga kondisi kulit dapat menjadi bagian dari perawatan kulit secara umum.

Bagaimana Merawat Kulit Paha yang Memiliki Stretch Mark?

Tidak perlu melakukan perawatan secara berlebihan.

Menjaga kulit tetap lembap, menggunakan produk perawatan yang sesuai, dan melindungi kulit dari paparan sinar matahari merupakan bagian dari kebiasaan perawatan kulit yang baik.

Jika ingin mengurangi tampilan stretch mark, dokter kulit dapat mempertimbangkan berbagai pilihan, seperti tretinoin pada stretch mark yang masih baru atau prosedur tertentu seperti laser, microneedling, radiofrequency, atau microdermabrasion. Tidak ada satu metode yang dijamin dapat menghilangkan stretch mark sepenuhnya.

Catatan penting: retinoid seperti tretinoin tidak boleh digunakan saat hamil dan perlu dikonsultasikan dengan dokter pada kondisi tertentu.

Kapan Stretch Mark Perlu Diperiksakan?

Sebagian besar stretch mark tidak memerlukan pemeriksaan dokter.

Namun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter jika stretch mark muncul secara tiba-tiba dalam jumlah sangat banyak, menutupi area tubuh yang luas tanpa penyebab yang jelas, atau muncul bersamaan dengan perubahan fisik lain yang tidak biasa. Kondisi tertentu, termasuk gangguan hormon seperti Cushing syndrome, dapat menyebabkan stretch mark yang luas.

Pemeriksaan juga dapat membantu memastikan garis pada kulit memang stretch mark dan bukan kondisi kulit lainnya.

Kesimpulan

Penyebab stretch mark di paha paling sering berkaitan dengan peregangan atau perubahan ukuran kulit yang terjadi dengan cepat. Kenaikan maupun penurunan berat badan, pertumbuhan pada masa remaja, peningkatan massa otot, kehamilan, perubahan hormonal, faktor genetik, dan penggunaan kortikosteroid merupakan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya.

Stretch mark bukan penyakit berbahaya dan biasanya tidak mengganggu kesehatan fisik. Warna stretch mark yang awalnya merah, ungu, atau cokelat biasanya akan memudar menjadi lebih terang seiring waktu.

Perawatan dapat membantu membuat tampilannya lebih samar, terutama ketika stretch mark masih baru, tetapi tidak ada metode yang menjamin dapat menghilangkannya secara permanen.

Jadi, jika muncul garis-garis di paha, tidak perlu langsung merasa khawatir. Pahami penyebabnya, rawat kulit secara teratur, dan pertimbangkan konsultasi dengan dokter kulit apabila stretch mark muncul secara tidak biasa atau sangat mengganggu penampilan.