esbicare
  • Artikel
  • Benarkah Mikroplastik Bisa Menimbulkan Jerawat? Ini Penjelasan Ilmiahnya
88403.jpg

Benarkah Mikroplastik Bisa Menimbulkan Jerawat? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mikroplastik: Ancaman Kecil yang Tak Terlihat

Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran sangat kecil, biasanya kurang dari 5 milimeter. Partikel ini berasal dari pecahan plastik yang terurai di lingkungan atau dari produk yang mengandung bahan mikro seperti scrub wajah, pasta gigi, dan kosmetik. Walaupun ukurannya kecil, dampak mikroplastik terhadap kesehatan manusia, termasuk kulit, tidak bisa dianggap remeh.

Penelitian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa mikroplastik kini telah ditemukan di udara yang kita hirup, air yang kita minum, bahkan dalam tubuh manusia. Karena ukurannya sangat kecil, partikel ini bisa menempel di kulit atau masuk melalui pori-pori.

Bagaimana Mikroplastik Bisa Memicu Jerawat

Kulit manusia memiliki lapisan pelindung alami untuk menjaga keseimbangan minyak dan mencegah masuknya zat asing. Namun, ketika mikroplastik menempel di permukaan kulit, partikel ini dapat menyumbat pori-pori dan memicu reaksi peradangan. Inilah yang menjadi salah satu penyebab munculnya jerawat, terutama pada orang dengan kulit sensitif.

Selain itu, mikroplastik juga dapat membawa zat kimia berbahaya seperti bisfenol A (BPA) dan phthalate. Kedua bahan ini dikenal sebagai endocrine disruptors atau pengganggu hormon, yang dapat memicu ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Ketidakseimbangan hormon ini bisa meningkatkan produksi sebum (minyak kulit) — kondisi ideal bagi bakteri penyebab jerawat untuk berkembang.


Paparan dari Produk Perawatan Kulit

Beberapa produk kecantikan, terutama scrub wajah dan sabun mandi, pernah menggunakan mikroplastik sebagai butiran pengelupas. Walau banyak produsen kini sudah mulai menggantinya dengan bahan alami seperti biji aprikot atau gula, masih ada sebagian produk yang mengandung microbeads plastik halus.

Jika digunakan terus-menerus, mikroplastik dari produk tersebut bisa tertinggal di kulit dan menyebabkan iritasi jangka panjang. Dampaknya bisa berupa kemerahan, kulit kasar, bahkan munculnya jerawat kecil yang sulit sembuh.

Paparan dari Lingkungan Sekitar

Selain dari produk perawatan, mikroplastik juga tersebar di udara akibat proses pembakaran plastik atau limbah industri. Partikel halus ini dapat menempel di kulit wajah setiap hari tanpa disadari. Jika seseorang tidak rajin membersihkan wajah, partikel ini akan bercampur dengan minyak alami kulit dan sel kulit mati, menyebabkan pori-pori tersumbat.

Kombinasi dari polusi udara dan mikroplastik bisa memperparah kondisi kulit berjerawat. Karena itu, membersihkan wajah secara rutin dan menggunakan produk pelindung kulit menjadi langkah penting untuk menghindari efeknya.

Langkah Pencegahan

Meski mikroplastik sulit dihindari sepenuhnya, ada beberapa cara untuk mengurangi paparan dan melindungi kulit:

  • Pilih produk kecantikan dengan label bebas mikroplastik atau “eco-friendly”.

  • Bersihkan wajah dua kali sehari dengan sabun lembut tanpa bahan abrasif buatan.

  • Gunakan pelembap dan tabir surya yang mengandung antioksidan untuk melawan radikal bebas akibat polusi.

  • Konsumsi makanan kaya vitamin A, C, dan E untuk membantu regenerasi kulit dari dalam.

  • Hindari menyentuh wajah dengan tangan yang kotor, karena mikroplastik juga bisa menempel dari permukaan benda di sekitar kita.

    Kesimpulan

    Mikroplastik mungkin tampak kecil dan tidak berbahaya, tetapi efeknya terhadap kulit bisa signifikan. Partikel ini mampu menyumbat pori-pori, membawa zat kimia berbahaya, dan memicu peradangan yang berujung pada jerawat. Dengan meningkatnya polusi mikroplastik di lingkungan, menjaga kebersihan kulit dan memilih produk yang aman menjadi kunci untuk mencegah masalah jerawat yang disebabkan oleh paparan plastik mikro.